Perupa

Suromo D. S. (1919–2003)

Soeromo-D.S.1919–2003-Pasar

Pasar

1957

Cukil kayu, tinta, pada kertas

35 x 38 cm

Koleksi Galeri Nasional Indonesia.

Karya ini menunjukkan kemampuan teknik cukilan kayu yang mendekati engraving. Lebih jauh lagi, perspektif, pencahayaan, dan detail bentuk-bentuknya telah mencapai keunggulan, sehingga karya seni grafis yang realistik ini terasa hidup. Dalam karya ini, diungkapkan keramaian sekaligus suasana dan ciri setting pasar pada tahun 1950-an. Dalam pasar tradisional itu ditampilkan pedagang yang masih menggelar dagangan di tanah atau dengan meja yang sederhana. Dalam keramaian juga terlihat wanita kebanyakan masih berkain kebaya, dan kusir andong mengenakan pakaian tradisional Jawa. Dengan demikian, dalam karya ini, seorang wanita yang mengenakan rok dan bersepatu serta anak-anak yang juga memakai rok menjadi kontras sekaligus sebagai tanda perubahan zaman.

Suromo adalah termasuk pelukis yang lahir dan tumbuh lewat ‘pemasakan’ ide-ide Persagi untuk mengungkapkan realitas kehidupan sosial dengan cara yang impresif. Dalam karya ini jejak manifestasi ide itu masih dapat dirasakan. Hal itu terlihat dari bagaimana ia berusaha menangkap realitas kehidupan rakyat di pasar dan mengungkapkannya lewat permainan cahaya atau warna-warna putih yang bergejolak. Tema-tema sekitar kehidupan sehari-hari dan perjuangan kemerdekaan memang banyak dibuat untuk karya grafisnya.


The Market

1957

Woodcut on paper

35 x 38 cm

Collection of the National Gallery of Indonesia.

This work showcases the woodcut etching technique that is really close to engraving. Even further, the perspective, lighting, and details have reached such supremacy that this realistic graphic artwork feels alive. In this work, one observes the hustle and bustle of a traditional market in the 1950's, where vendors still put their goods on display on mats unfurled on the ground or on a simple table, where women were still draped in kebaya and the coachmen were still wearing traditional Javanese jerseys. In such a setting, a woman in a skirt and shoes, with her children also in skirts and shoes, become a contrast and signifiers of the changing times.

Suromo was among those painters born and growing through a ‘concoction’ of Persagi ideas to reveal the reality of social life by means of impression. In this work, traces of how this idea manifested can still be felt, as evident in his way of capturing the reality of people’s lives in the market and expressing it with a play of light or turbulent white colours. The themes around daily lives and the independence struggle have often made
it into his graphic works.